Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, menyatakan kesediaan mengundang Gubernur se-Kalimantan sebagai tindak lanjut rencana pembangunan jalur Kereta Api menghubungkan Kalimantan dengan Brunei Darussalam.

“Jika memang ada tindak lanjut dan keseriusan dari para pihak untuk menjajaki pembangunan jalur kereta api menghubungkan Pulau Kalimantan hingga ke Brunei Darussalam, saya siap mengundang Gubernur se-Kalimantan, dan pihak Brunei,” terangnya, Selasa (7/9/2021).

Paman Birin-, sapaan akrabnya, mengungkapkan kesiapan untuk mengundang gubernur se-Kalimantan merupakan inisiasi pribadi sebagai tindak lanjut dari zoom meeting diikuti gubernur se-Kalimantan dengan Perwakilan Brunei Darussalam terkait penjajakan jalur kereta api pekan lalu.

H Sahbirin Noor mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya memberikan pelayanan transportasi terbaik bagi masyarakat.

Salah satunya adalah mengupayakan kehadiran kereta api di banu, bahkan di Pulau Kalimantan. Terlebih Kalimantan Timur akan menjadi Ibu Kota Negara.

Menurut Paman Birin, masyarakat sudah sangat merindukan kehadiran kereta api.

Di sisi lain, kehadiran kereta api di banua akan memberikan dampak positif bagi perekonomian, khususnya dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat yang menurun akibat terdampak covid

Disampaikannya, perlu usaha dan kerja keras dari semua pihak agar tujuan ini bisa terlaksana segera dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdiansyah mengatakan, pada kegiatan zoom meeting, semua kepala daerah menyatakan komitmen mendukung pembangunan jalur kereta api.

Menurutnya, zoom meeting ini merupakan awal, bakal ada pertemuan-pertemuan selanjutnya terkait presentasi jalur, mekanisme investasi dan lainnya.

Disampaikannya, pembangunan rel kereta api di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memerlukan anggaran sebesar Rp. 24 Triliun.

“Untuk kajian pembangunan kereta api sudah selesai dan ada di Kementerian Perhubungan, Jalurnya Banjarmasin Tanjung sepanjang 213 Kilometer, nilai investasi diperlukan sebesar 24 triliun rupiah, ini jumlah yang sangat besar,” ungkap Rusdiansyah. (bdm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here