8 Pasien RS Ulin Berhasil Intervensi Koroner

0
136

Banjarmasin – Kerja keras Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin memberikan pelayanan kesehatan jantung berbuah manis. Rumah Sakit milik Pemprov Kalsel berhasil melakukan intervensi koroner kepada 8 pasien dengan teknologi baru.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur RSUD Ulin dr Hj Suciati MKes pada kegiatan monitoring dan evaluasi pelayanan jantung di RSUD Ulin Banjarmasin yang merupakan rumah sakit jejaring dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK), Jumat (24/9).

“Alhamdulillah kita sudah berhasil memberikan pelayanan kesehatan jantung selama dua hari dengan 8 orang pasien untuk pemasangan stent atau cincin, dengan teknologi baru dan tidak dirujuk lagi ke RSJPDHK, jadi cukup dilayani di RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap dr Suciati.

Disampaikan Suciati, selama dua hari sejak Kamis (23/9) dan Jumat (24/9), RSUD Ulin Banjarmasin kedatangan tim dari Kemenkes RI dan dokter-dokter spesialis dari RSJPDHK dalam rangka pelayanan pasien jantung dengan teknologi baru .

“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan dari Kemenkes RI. Pemerintah Provinsi sangat menyabut baik kegiatan ini, kedepan kita akan mengembangkan ini, sehingga bisa melayani masyarakat Kalsel yang sakit jantung dengan lebih lagi,” ungkapnya.

RSUD Ulin termasuk dalam 54 RS di seluruh Indonesia yang akan dikembangkan khususnya pelayanan kardiovaskular atau penyakit jantung dan pembuluh darah, dan RSJPDHK sebagai RS pengampu.

Ketua Kelompok SMF INB KV RSJPDHK Dr dr Doni Firman SpJP(K) menyampaikan bahwa saat ini pelayanan kardiovaskuler masih kebanyakan yang kasus sulit itu di RSJPDHK, sehingga waktu tunggu sangat panjang, terutama pasien yang akan menjalani bedah jantung, apalagi bedah jantung anak . waktu tunggu di RSJPDHK itu sekitar 2 tahun.

“Kita sangat senang, RSUD Ulin dan Pemprov Kalsel sangat komitmen dalam hal ini, saya mendengar sudah dibentuk pusat jantung terpadu. Itu merupakan langkah strategis yang sangat tepat untuk pengembangan pelayanan kadiovaskuler di RSUD Ullin,” katanya.

RSUD Ulin akan mengembangkan intervensi non bedah dan juga bedah. Kemenkes RI menargetkan tahun ini sudah dilaksanakan bedah jantung terbuka di RSUD Ulin.

“Alhamdulillah dalam dua hari, kita telah melakukan kegiatan di Ruangan Cathlab RSUD Ulin untuk intervensi koroner kepada delapan pasien, berjalan dengan baik dan lancar. Itu semua atas kerja tim Kardiologi RSUD Ulin yang solid. Tentunya pengembangan berikut, kami harapkan teknologi terbaru bisa diakomodasi, dan akan ada bantuan Alkes dan Pendidikan SDM dari Kemenkes RI,” bebernya.

Adapun teknologi baru yang dibawah tim RSJPDHK ke RSUD Ulin yaitu, Rotablator merupakan alat sejenis bor dengan ukuran kecil dimasukkan ke pembuluh darah. Bertugas untuk menembus pembuluh darah jantung yang tersumbat akibat plak keras hasil dari proses pengapuran disebabkan kolesterol yang menumpuk lama.

Kemudian alat Intravascular Ultrasound (IVUS) adalah teknologi semacam USG dengan ukuran kecil yang juga dimasukan ke dalam pembuluh darah sampai ke pembuluh darah jantung, “berfungsi untuk mengintip isi pembuluh darah jantung. Jadi pemasangan ring itu sesuai dengan kebutuhan,” jelas dr Doni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here