Batulicin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak)  terus gencar melakukan koordinasi  Pengendalian Pemotongan Ternak Sapi/Kerbau Betina Produktif  (PAPA TERTIP). Kali ini kegiatan sosialisasi dan koordinasi  PAPA TERTIP di Kabupaten Tanah Bumbu bersama Polda Kalsel, Polres Tanah Bumbu serta Dinas Pertanian setempat, Rabu (10/11).

Kegiatan dilanjutkan dengan meninjau langsung Rumah Potong Hewan (RPH) dan Tempat Pemotongan Hewan (TPH) Se-Tanah Bumbu.

“Kegiatan   ini  untuk mendukung program Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam rangka mewujudkan swasembada ternak sapi di Provinsi Kalimantan Selatan melalui pengendalian pemotongan sapi betina produktif,” kata Kepala Disbunnak  Provinsi Kalimantan Selatan drh Suparmi.

Menurutnya, pemotongan ternak sapi/kerbau di Rumah Potong Hewan (RPH) Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu yaitu sebanyak 558 ekor pada tahun 2021 (sampai bulan Oktober 2021) menunjukan peningkatan sekitar 7,7 % dari tahun 2020 (518 ekor). Namun tak ditemukan adanya  pemotongan ternak betina produktif pada tahun 2020 dan 2021 di RPH Batulicin. Namun  tidak menuntup kemungkinan adanya ternak betina produktif yang dipotong di luar RPH Batulicin, yaitu di Tempat Pemotongan Hewan (TPH) yang tidak terpantau oleh petugas karena keterbatasan SDM,” jelas Suparmi. 

Diharapkannya melalui koordinasi yang intensif dengan jajaran terkait terutama dengan kepolisian baik Polres maupun Polda,  kegiatan  PAPA TERTIP  di Tanbu  ini dapat lebih diintensifkan.

Dari hasil diskusi dan koordinasi di Tanah Bumbu telah direkomendasikan  sebagai berikut: 

1. Membentuk Tim Satgas Pengendalian Pemotongan Ternak Betina Produktif  tingkat Provinsi dan Kabupaten

2. Libatkan pengusaha lokal untuk membeli ternak sapi betina produktif pada saat peternak mau menjual karena kebutuhan ekonomi. Selanjutnya dipelihara dann dikembangbiakkan.

3. Lebih intensif melakukan sosialisasi  kepada masyarakat / peternak/ jagal dan lain.

Diakhir diskusi Kadisbunnak Kalsel Suparmi berharap jumlah pemotongan ternak betina produktif  dapat ditekan hingga nol kasus. “karena dengan  pengendalian pemotongan ternak betina produktif, populasi Sapi potong tetap ada dan terjaga keberadaannya, sehingga kita bisa mewujudkan Swasembada Ternak Sapi  “jelasnya.

Pada kesempatan yang sama  Direktur Pembinaan Masyarakat Polda  Kalimantan Selatan, Widiatmoko, menyampaikan  Polda siap mendukung kegiatan pencegahan  pemotongan sapi betina 

produktif di Kalimantan Selatan.  “Pelaksanaan pemotongan ternak  di RPH atau di TPH, sangat perlu diawasi pihak terkait agar tidak terjadi pemotongan ternak betina produktif,” kata Widiatmoko.

Dari hasil diskusi dan koordinasi di Tanah Bumbu telah direkomendasikan  sebagai berikut: 

1. Membentuk Tim Satgas Pengendalian Pemotongan Ternak Betina Produktif  tingkat Provinsi dan Kabupaten

2. Libatkan pengusaha lokal untuk membeli ternak sapi betina produktif pada saat peternak mau menjual karena kebutuhan ekonomi. Selanjutnya dipelihara dann dikembangbiakkan.

3. Lebih intensif melakukan sosialisasi  kepada masyarakat / peternak/ jagal dan lain.

Diakhir diskusi Kadisbunnak Kalsel Suparmi berharap jumlah pemotongan ternak betina produktif  dapat ditekan hingga nol kasus. “karena dengan  pengendalian pemotongan ternak betina produktif, populasi Sapi potong tetap ada dan terjaga keberadaannya, sehingga kita bisa mewujudkan Swasembada Ternak Sapi  “jelasnya menutup diskusi. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here