2022, Disbunnak Kalsel Targetkan 100 UPPB 

0
188

Banjarbaru – Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan menargetkan pembentukan 100 Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) pada tahun 2022. “Untuk tahun 2022, kita menargetkan pembentukan 100 UPPB,” kata Kadisbunnak Kalsel, Suparmi, Kamis (25/11).

Sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Disbunnak Kalsel terus mendorong pembentukan UPPB dalam rangka membantu petani karet dalam meningkatkan kualitas dan pemasarannya sehingga nilai jualnya dapat lebih tinggi. “Untuk itu diharapkan daerah penghasil karet terus melaksanakan pembentukan UPPB hingga target dapat tercapai,” ujar Suparmi.

Sejak 2020 hingga akhir 2021 ini, jumlah UPPB di Kalsel sebanyak 179 unit. Keberadaan UPPB berpotensi menaikkan kualitas dan harga jual karet yang mengacu kadar karet kering (K3).

Pengolahan dan Pemasaran Bokar. “Dengan luas lahan karet mencapai 270 ribu hektar, idealnya di Kalsel terbentuk UPPB sebanyak 650 unit,” terang Suparmi.

Target tersebut diharapkan tercapai dalam masa lima tahun. Selain mendorong pembentukan UPPB, Disbunnak Kalsel juga 

mendorong petani karet bergabung di UPPB, karena UPPB ini langsung bermitra dengan pabrik karet sehingga harga karet akan meningkat.

Melalui lembaga UPPB, petani dapat menjual harga karet lebih tinggi dibandingkan dijual kepada tengkulak. Lewat UPPB, petani yang tergabung juga akan diberikan bantuan berupa pupuk, benih, dan modal perawatan.

Selain itu anggota UPPB juga mendapatkan fasilitas gudang penyimpanan karet dan fasilitas permodalan melalui kredit usaha rakyat dengan bunga rendah.

Disbunnak Kalsel juga  meningkatkan pembinaan, bimtek dan sosialisasi serta menghimbau Kabupaten/Kota wilayah karet  memfasilitasi percepatan pembentukan UPPB.

Adapun syarat dalam permohonan pembentukan UPPB terdiri dari data UPPB seperti nama UPPB, alamat, bagan struktur organisasi, daftar nama/alamat anggota UPPB serta AD dan ART UPPB. Sedangkan syarat teknis pembentukan UPPB, yaitu memiliki luas kebun minimal 100 ha / produksi lateks minimal 800 kg per 3 hari selanjutnya memiliki dan menerapkan dokumen sistem mutu dari penyadapan, pengolahan dan penyimpanan sampai dengan pemasaran bokar. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here