Aluh Idut Rahasiakan Orang Yang Mengkhianatinya

0
249

Pada bulan November 1948, Aluh Idut ditangkap oleh dua orang reserse Belanda. Sebelumnya pada subuh itu H Ismail Jinal, orang tua Hassan Basry (pahlawan nasional) menyampaikan pesan bahwa para pejuang kehabisan makanan di pedalaman.

Atas perintah Aluh Idut, Musaffa Hafif (adik Aluh Idut) berangkat ke pasar Kandangan untuk membelikan beberapa karung beras. Saat adiknya pergi itulah Aluh Idut diringkus di bawah todongan senjata laras panjang dan digelandang ke kantor Controleur Belanda.

Belakangan diketahui bahwa penangkapan Aluh Idut berawal dari infomasi seorang teman seperjuangan sendiri yang ternyata anggota Partai Anti Indonesia Merdeka (PAIM). Si pengkhianat tersebut melaporkan semua aktivitas Aluh Idut kepada Belanda. Naasnya pengkhianat itu adalah orang yang sering ke rumah Aluh Idut ikut makan dan minum dibantu keluarga Aluh Idut.

Musaffa Hafif dalam beberapa kali wawancara saat ditanya siapa nama pengkhianat itu, selalu menjawab berdasarkan amanat Aluh Idut,
“Saya tetap memegang teguh amanah almarhumah. Saat yg lalu kita adalah berjuang, risiko pengorbanan itu modal utama. Saat ini kita sudah merdeka dalam keadaan damai bukan lagi mencari sengketa. Biarlah yg sudah berlalu. Yang belum, lebih kita sempurnakan untuk berbuat baik. Allah itu Maha Mengetahui.”

Sumber: Aliman Syahrani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here