Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menghadiri Puncak Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang dilaksanakan oleh KPK RI secara virtual, untuk Kalsel, Pemprov mengikutinya dari Command Center Setdaprov Kalsel, Kamis (9/12).

Puncak peringatan tersebut dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, serta sejumlah Kepala SKPD di lingkup Pemprov Kalsel.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, menekankan pentingnya inovasi untuk meningkatkan dan menyempurnakan metode pemberantasan Korupsi di Indonesia.

“Metode pencegahan korupsi harus lebih baik lagi, harus dibangun melalui upaya fundamental dan komprehensif yang dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat,” ucapnya.

Penanganan kasus korupsi oleh penegak hukum dan KPK selama periode Januari hingga November 2021 mencapai ribuan kasus dengan harta sitaan negara mencapai triliunan Rupiah.

Meski begitu Jokowi meminta kepada aparat penegak hukum dan KPK agar tidak cepat berpuas diri dan bekerja lebih keras lagi.

“Penilaian masyarakat masih belum baik. Untuk itu, upaya penanganan kasus korupsi harus terus ditingkatkan,” pesannya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan pihaknya terus berupaya memperkuat pencegahan korupsi di lingkup Pemprov Kalsel.

“Dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, kita harus memperbaiki sistem, dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat,” ucapnya.

Sahbirin mengaskan SKPD di lingkup pemerintahan perlu menjadi pribadi yang tidak hanya mementingkan kekuasaan dan harta. Namun harus menumbuhkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat

“Saya harap kedepannya provinsi Kalimantan Selatan dapat bersih dari kasus korupsi baik di wilayah pemerintah maupun di masyarakat,” pungkasnya. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here