Barabai – Banjir parah menerjang wilayah Desa Pahalatan Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU) Kabupaten Hulu Sungai Tengaj (HST). Hingga Rabu (15/12/2021), dilaporkan Ahmad Rizki salah satu relawan bencana, kedalaman air di sana dari se mata kaki, pinggang hingga dada orang dewasa. “Banjir di Desa Pahalatan ini diprediksi masih akan terjadi hingga sebulan ke depan,” kata Rizki.

Adapun rumah Terdampak banjir di Pahalatan LAU sebanyak 100 rumah. “Ada 300 KK disini dan rumah  Terdampak sebanyak 100 buah,” kata Rizki.

Ia pun berharap adanya bantuan dari pihak terkait karena warga Terdampak banjir di sana masih membutuhkan bantuan.

Kadinsos Kalsel melalui Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Achmadi mengatakan Pemerintah Provinsi Kalsel bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI bakal mendirikan Lumbung Sosial ke 10 di Kalsel yaitu Kecamatan Labuan Amas Utara Kab HST. “Untuk bencana banjir di Labuan Amas Utara kita siap mendirikan lumbung sosial di Kantor Kecamatan Labuan Amas Utara,” kata Achmadi kepada jejakbanua.com, Rabu (15/12).

Untuk bantuannya saat ini sedang disiapkan. “bantuan sama dengan Lumbung Sosial di daerah lainnya,” kata Achmadi.

Kecamatan LAU merupakan daerah terakhir atau hilir dari Kab HST, oleh karena itu di sana segera dibangun lumbung sosial. “Pasalnya bilamana terjadi banjir, Pemprov Kalsel dapat Bergerak Cepat dalam penanganan bencana hidrometeorologi ini,” jelas Achmadi.

Lumbung sosial adalah tempat penyimpanan logistik tanggap darurat bencana bagi warga terdampak bencana dan sebagai upaya pendekatan bantuan darurat bencana digaris terdepan. 

Rencananya selain kebutuhan pokok berupa makanan dan sembako, lumbung sosial di Labuan Amas Utara ini bakal diisi juga dengan peralatan Genset, water treatment,tenda, logistik makanan serta anggota Tagana yang standby. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here