Banjir 8 Kecamatan di Banjar, Pengaron Kedalaman 1 Meter Lebih

0
476

MARTAPURA – Tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar diterjang banjir. Selain itu, derasnya air juga membuat Jembatan Pemasiran yang menghubungkan antar Desa Takuti dan Desa Sungai Jati, Kecamatan Mataraman ambruk.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar mencatat, ada delapan kecamatan yang terdampak banjir. Yakni, Sungai Pinang, Sambung Makmur, Pengaron, Mataraman, Martapura Timur, Martapura Barat, Gambut dan Aluh-Aluh dengan ketinggian air beragam.

Kepala Harian BPBD Banjar Riza Dauly mengatakan, pihaknya masih mendata jumlah rumah dan warga yang terdampak banjir.

Sementara itu, hingga Rabu ( 15/12) kemarin sore ketinggian air di beberapa wilayah di Kecamatan Pengaron sudah mencapai 1 meter lebih.

Bahkan, Babinsa Koramil 1006-02/Pengaron Sertu Suwono menyampaikan ketinggian air ada yang sampai 190 sentimeter. “Ketinggian air ini sangat waspada,” paparnya.

Dia menyebut, khusus di Desa Pengaron ada 156 rumah yang terendam. Tersebar di RT 2, 3, 4 dan 5. Sedangkan di Desa Benteng yang terdampak 138 rumah, tersebar di RT 1, 2 dan 4.

Secara terpisah, Komandan Kodim 1006/Banjar Letkol Inf Imam Muchtarom menyampaikan, Danramil Pengaron dan Babinsa setempat diminta untuk membantu warga terdampak banjir dan tetap siaga. “Jika memungkinkan evakuasi segera warga yang terdampak,” pintanya.

Dia juga meminta agar Babinsa terus berkoordinasi dengan Babinkamtibmas, kepala desa serta perangkatnya untuk memastikan langsung keadaan ketinggian air. “Terus berkoordinasi dengan aparat desa dan BPBD untuk memantau perkembangan situasi,” paparnya.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjar langsung menangani Jembatan Pemasiran yang menghubungkan antar Desa Takuti dan Desa Sungai Jati, Kecamatan Mataraman yang ambruk pada Selasa (14/12) pagi sekitar pukul 08.00 Wita.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Banjar, Ahmad Solhan, usai meninjau langsung ke lokasi jembatan yang ambrol tersebut, bersama Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar.

“Berdasarkan instruksi Pak Bupati, jembatan di Desa Takuti yang ambruk harus segera dilakukan penanganan jangka pendek,” ucapnya.

Dijelaskannya, perbaikan jangka pendek yang dimaksud ialah dengan menggunakan bahan kayu, sebelum dilakukan perbaikan permanen. “Sehingga, akses yang terputus ini dapat kembali dilalui masyarakat antar desa,” jelasnya. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here