Teman Bus Banjarbakula Diresmikan Gubernur Kalsel, Bakal Layani 4 Rute

0
406

Banjar – Layanan BRT (Buss Rapid Transit) Teman Bus resmi dilaunching oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor didampingi Direktur Angkutan Jalan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI Suharto beserta jajaran di Terminal Tipe A Gambut Barakat, Jalan A Yani Km 17 Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu (22/12/2021) pagi.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyatakan apresiasi dan berterimakasih kepada pemerintah pusat melalui Kemenhub yang memberikan perhatian bagi pelayanan transportasi massal di provinsinya.

“Saya sangat bersyukur atas sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Mudah-mudahan sinergitas ini akan semakin bertambah, sehingga lebih memberikan apa yang dicita-citakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Layanan Teman Bus tersebut  tahap pertama untuk melayani Koridor 1 Terminal Gambut Barakat Km 17 – Simpang Empat Banjarbaru. 

Program pengembangan angkutan umum massal berbasis jalan di wilayah perkotaan dengan skema Buy The Service (BTS) ini merupakan program yang dirancang oleh Direktorat Angkutan Jalan Kemenhub RI agar dapat mengintervensi pengembangan angkutan umum perkotaan di Indonesia sehingga muncul terobosan yang inovatif.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI, melalui Direktur Lalu Lintas Jalan Suharto mengatakan, kehadiran Teman Bus di Kalsel merupakan suatu pelayanan yang selama ini ada di wilayah Banjarbakula untuk menjadi konsep BTS yang akan merubah suatu peradaban yang ada saat ini.

“Konsep ini diharapkan menjadi suatu perubahan terkait ekosistem yang ada di wilayah Trans Banjarbakula yang selama ini akan menjadikan Trans Banjarbakula menjadi pik board layanan angkutan massal sebagai sarana utama mobilisasi masyarakat di wilayah Banjarbakula,” beber Suharto. 

Nantinya dikatakan Suharto, akan terlihat perubahan terkait dengan bagaimana kondisi yang ada di pusat kota, selama ini dipadati dengan kendaraan pribadi, akan beralih dengan angkutan umum.

“Konsepnya masih menggunakan pembayaran cash plus, meskipun selama ini menggunakan pembayaran nol rupiah, tidak ada lagi konsepnya transaksi tunai,” tambahnya.

Konsep Buy The Service berbasis aplikasi ini didukung oleh manajemen pengelola dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi yang meliputi sistem operasional, sistem pemeliharaan, sistem pengelolaan keuangan dan sistem SDM yang didukung dengan digitalisasi secara real time untuk menuju angkutan umum yang lebih profesional.

“Sehingga rasa perilaku daripada masyarakat para penumpang dan pengemudi akan termonitor semuanya, sehingga rasa aman, dan nyaman kepada masyarakat akan lebih terjamin, termasuk kenyaman selama berada di dalam bis tadi,” ungkapnya.

Pemberlakuan tarif nol rupiah diungkapkan Suharto akan berlaku hingga dikeluarkannya peraturan Menteri Keuangan, serta sudah dalam tahap proses, setelah dikeluarkannya peraturan Menteri Keuangan, masyarakat umum akan dikenakan tarif sekitar Rp3.500 dan pelajar/mahasiswa jauh atau dekat sekitar Rp2.000.

Teman Bus yang termasuk dari program Buy The Service pada Trans Banjarbakula setidaknya ada 75 armada akan melayani empat koridor, koridor 1 yakni Terminal Gambut Barakat Km 17 – Simpang Empat Banjarbaru, Koridor 2 Terminal Gambut Barakat Km 17 – Taman Siring Km 0 (akan segera hadir), Koridor 3 Terminal Induk Km 6 – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (akan segera hadir) dan Koridor 4 Terminal Gambut Barakat Km 17 – Simpang Tiga Bentok, Tanah Laut (akan segera hadir). Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here