BBPOM Banjarmasin Temukan 384 Produk Tak Layak Edar

0
130

Banjarmasin – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarmasin berhasil menemukan sebanyak 384 produk dari 75 agen yang tidak layak edar di pasaran.

“Jadi dari total produk yang ditemukan terdiri dari 276 kemasan tanpa izin edar, 90 kemasan produk rusak, dan 18 kemasan produk kedaluwarsa. Dari semua temuan belum ditemukan bahan pangan yang mengandung bahan berbahaya,” kata Kepala BBPOM di Banjarmasin, Leonard Duma saat konferensi pers di Banjarmasin, Jumat (24/12/2021).

Menurutnya, menjelang Nataru pihaknya dan jajaran rutin melakukan pengawasan pangan di Kalsel guna memberi rasa aman, nyaman serta tenang kepada masyarakat. Dimana menjelang Nataru permintaan bahan pangan oleh masyarakat cukup tinggi, sehingga bisa disalah gunakan oleh pedagang yang tidak bertanggung jawab dengan memasarkan atau memperdagangkan produk yang tidak aman dikonsumsi dan tidak memenuhi persyaratan keamanan. 

Untuk itu dalam situasi tersebut konsumen biasanya cenderung tidak teliti dalam mengkonsusmi bahan pangan. 

“Oleh karena itu, BBPOM bersama Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan, serta stakeholder terkait lainnya berupaya mendorong masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas,” ujarnya.

Selain itu, Ia mengatakan pedagang yang ditemukan menjual bahan pangan yang tidak layak edar akan diberikan teguran untuk membuat pernyataan bahwa tidak akan lagi memperdagangkan produk tanpa izin edar. 

“Misalkan besok kita masih menemukan produk seperti ini lagi, kita tarik produk tersebut,” ungkapnya. 

Sementara produk dengan kemasan yang rusak akan diretur kembali pada perusahaan yang memproduksi dan akan dikawal pihak BBPOM sampai dilakukan pemusnahan oleh pihak pabrik. 

Ia berharap dengan adanya pengawasan secara intensif, konsumen semakin cerdas dalam mengkonsumsi bahan pangan yang dibeli, dengan begitu permintaan produk yang tidak aman akan ditekan. 

“Sehingga, pangan yang diperdagangkan akan aman dan layak untuk dikonsumsi,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Farmasi dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kalsel, Ahmad Yani mengatakan pengawasan secara intensif yang dilakukan oleh BBPOM di musim pandemi menjadi hal yang luar biasa, karena harus melihat dari dua sisi yaitu sisi kesehatan dan ekonomi. 

“Memang setiap produk harus memenuhi tiga sisi, safety, verifikasi dan quality, serta harus ada izin edar. Ini yang menjadi pertimbangan setiap peredaran produk di pasaran,” kata Yani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here