Pemprov Kalsel Bangun 5 Sekolah Baru di Tahun 2022

0
151

Banjarbaru – Topografi dan geografis wilayah Provinsi Kalimantan Selatan terbagi atas empat kawasan yakni daerah rawa, dataran, pegunungan dan kepulauan.

Kondisi ini tentu berdampak kepada infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan. Namun, bukan berarti pemprov berdiam diri.
Terkait hal itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel agar menaruh perhatian besar pada pemerataan akses pendidikan.

Hingga kini, Pemprov Kalsel telah mendirikan 12 unit sekolah baru (USB) tingkat SMA/SMK. Ini dilakukan pemprov sejak tahun 2017-2021 tadi.

“Selanjutnya sesuai arahan Gubernur Kalsel, pada tahun 2022, kembali dilanjutkan membangun 5 unit sekolah baru SMA/SMK/SLB sehingga totalnya 17 USB. Di samping itu juga telah dibangun sebanyak 238 RKB,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel M Yusuf Effendie  Jumat (14/1) di Banjarbaru.

Yusuf melanjutkan, terkait pemerataan mutu pendidikan, pihaknya terus melakukan upaya optimalisasi terhadap delapan standar pendidikan. Yang terdiri dari standar isi, proses, kompetensi lulusan, sarana & prasarana, pendidik & tenaga kependidikan (PTK), pengelolaan, pembiayaan dan penilaian, yang antara lain dapat ditunjukkan seperti meningkatkan kesejahteraan GTK Non PNS yang berjumlah 5.375 orang agar meningkat kinerjanya.

Kemudian, pihaknya menambahkan program BOS dari pemerintah pusat dengan program BOSDA melalui APBD Provinsi Kalsel serta juga meningkatkan jumlah guru untuk mengikuti PPG melalui APBD Provinsi Kalsel agar terwujud guru yang profesional dan angka capaian sementara tahun 2020 sudah 74,36 %.

Mantan Kadisdik Kabupaten HSS ini menyebutkan, kendati pun secara topografi dan geografis memberikan dampak adanya kesenjangan antar satuan pendidikan, tetapi dalam konteks pemerataan akses dan mutu pendidikan tidak menjadi persoalan.

“Memang hal ini dapat dipahami bahwa sebagai hasil dari upaya perluasan dan pemerataan akses pendidikan serta upaya optimalisasi 8 standar pendidikan kepada seluruh satuan pendidikan SMA/SMK/SLB, hal ini dapat dibuktikan bahwa angka melanjutkan ke perguruan tinggi terus menujukkan peningkatan, di samping didorong dengan adanya program beasiswa dan semakin merata antar satuan pendidikannya,” tutup Yusuf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here