Masjid Banua Lawas, Simpan Sejumlah Benda Pusaka

0
279

Tabalong – Masjid Pusaka Banua Lawas adalah sebuah masjid tua yang terletak di Desa Banua Lawas,  Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Pada masjid tersebut tersimpan benda-benda bersejarah yang dkeramatkan warga.

Dinamai masjid pusaka karena usianya yang sangat tua, yakni berdiri pada tahun 1625 masehi.

Masjid Pusaka Banua Lawas sering juga disebut Masjid Pusaka Arba karena pada hari rabu (arba), jumlah para pengunjung  mampu berziarah lebih banyak dari hari-hari lain. Masjid Pusaka Banua Lawas selain menjadi tempat ibadah, juga menjadi tonggak atau bukti sejarah diterimanya Islam  di Tabalong. 

Masjid yang berarsitektur tradisional khas Kalimantan beratap tumpang tiga, ramai dikunjungi atau di atau diziarahi umat Islam. 

Di Masjid Pusaka Banua Lawas, masih tersimpan bedug asli dan petaka sepanjang 110 cm yang sudah ada sejak pembangunan awal masjid. Kemudian terdapat peninggalan yang bersejarah, seperti tajau atau kendi besar. Di teras depan Masjid Pusaka, ada dua tajau atau kendi (tempat penampungan air yang dulunya digunakan suku Dayak untuk memandikan anak yang baru lahir).

Kendati diterpa atau disengat matahari, namun dua tajau yang usianya mencapai 400 tahun itu tak berubah warnanya.

Selain itu Masjid Banua Lawas juga masih menyimpan potongan kayu ulin bekas tiang guru masjid.

Pembangunan Masjid Banua Lawas diprakarsai oleh Khatib Dayan yang didampingi saudaranya Sultan Abdurrahman serta dibantu oleh para tokoh dan pemuka Suku Dayak yang memeluk agama Islam, diantaranya: Datu Ranggana, Datu Kartamina, Datu Sari Panji, Lang-lang Buana, Garuntun Manua, Timba Sagara, Layar Sampit, Pambalah Batung, Gantung Waluh. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here