Martapura – Polres Banjar Kalimantan Selatan mengungkap berbagai kasus pencurian dan penggelapan sepeda motor sepanjang 2020 – 2022 melalui operasi Jaran Intan 2022. Hal ini diungkap Kapolres Banjar AKBP Dani Hadi Santoso melalui Kabag Ops Kompol Mufid dan Kasat Reskrim Iptu Fransiskus Manaan, Rabu (23/2/2022) siang dalam sebuah gelar konferensi pers di halaman Mapolres Banjar di Martapura.

Kompol Mufid menyampaikan, dari hasil Operasi Jaran Intan 2022 yang berlangsung selama 12 hari, telah berhasil ditangkap 6 orang tersangka yang menjadi target operasi (TO) dugaan melakukan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.

“Sementara yang non TO kita amankan 4 orang tersangka, sehingga total 10 tersangka kasus pencurian dan penggelapan motor kita amankan,” kata Mufid.

Kasstreskrim Polres Banjar Iptu Fransiskus Manaan menambahkan dasar kegiatan operasi Nomor: R/Renops/02/II/Ops.1.3./2022 tanggal, 04 Februari 2022 dalam rangka pelaksanaan operasi kepolisian kewilayahan “Jaran Intan – 2022”. Adapun waktu pelaksaanaan Operasi Jaran Intan 2022 dimulai 09 Februari dan berakhir 20 Februari 2022.

Barang bukti yang diamankan terdiri 4 buah BPKB, 4 buah STNK, 4 unit roda dua, 1 lembar kuitansi, 1 lembar perjanjian jaminan fidusia, 2 (dua) buah plat polisi, 1 (satu)  foto copy STNK, 1 (satu) foto copy BPKB, dan barang temuan 20 unit roda dua.

Ditambahkan Fransiskus, mengenai modus operandi para tersangka antara lain, pelaku mengambil ranmor secara diam-diam (kunci kontak tertinggal) yang ditinggal di sembarang tempat pinggir jalan atau tempat publik. “Modus lain dengan cara meminjam ranmor dan dialihkan ke orang lain/dijual, serta pelaku mengalihkan ranmor yang masih dalam jaminan fidusia,” kata Fransiskus.

Barbuk sebanyak 20 motor kini diamankan di Polres Banjar. Bagi warga yang merasa kehilangan dipersilakan mengambil dengan membawa tanda bukti surat kendaraan bermotor. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here