Banjarbaru – Sehubungan dengan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 29 tahun 2022 yang akan dilaksanakan di Banua Kalimantan Selatan, Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalsel bertugas menjadi koordinator pada bidang 16 pelaksanaan MTQ, dengan tugas menyiapkan Trofi, Souvenir, dan cinderamata.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni, kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Mahyuni menyampaikan, salah satu cindera mata yang pihaknya siapkan untuk dibagikan kepada peserta (Khafilah) dan tamu undangan baik tamu undangan VVIP dan VIP adalah kain yang menjadi khas banua Kalsel yakni kain sasirangan. Tidak tanggung-tanggung, jumlah kain sasirangan yang dipersiapkan Disperin Provinsi Kalsel bersama Dekranasda Provinsi Kalsel mencapai ribuan.

“Kain sasirangan untuk tamu VVIP dan VIP sebanyak 500 lembar, dan untuk peserta (Kafilah) sekitar 4000 lembar,” ungkap Mahyuni.

Mahyuni melanjutkan, untuk mendapatkan desain terbaik kain sasirangan milik pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), pihaknya mengadakan sayembara yang diikuti 9 pelaku IKM yang sudah tersohor membuat kain sasirangan, sehingga pemenang sayembara tersebut produk mereka akan dijadikan sebagai souvenir khas pada ajang perhelatan MTQ.

“Untuk sasirangan karena kita tentu harus memberikan desain yang terbaik desain yang mewah, dan desain yang elegan, sehingga bisa semakin memberikan kepercayaan kepada masyarakat indonesia tentang kualitas dan kehebatan kain sasirangan budaya Kalsel,” lanjut Mahyuni.

Mahyuni mengungkapkan, kain sasirangan yang akan menjadi souvenir nantinya, diharuskan tidak memakai bahan pewarna pengawet, melainkan bahan pewarna alami, hal ini dikarenakan kain sasirangan akan diperkenalkan hingga tingkat Nasional dan Internasional pada ajang MTQ Nasional tahun 2022.

“Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel yang juga Istri gubernur Kalsel Raudhatul Jannah Sahbirin Noor, menginginkan kain sasirangan nantinya menggunakan pewarna alami, karena untuk selera Nasional dan selera Internasional mereka lebih menyukai bahan pewarna alami,” tutup Mahyuni. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here