Menteri LHK Nilai Hutan Perkantoran Pemprov Kalsel Jadi Rujukan IKN 

0
276

Banjarbaru – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar kembali melakukan kunjungan kerja  ke Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (24/03/2022). Namun kehadirannya kali ini juga mengajak Guru Besar dan Dekan Fakultas Kehutanan seluruh Indonesia yang tergabung dalam Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan (FOReTIKA). 

Tujuan Kunker untuk melakukan peninjauan ke Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI) yang ada di  perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru.

Kedatangan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar disambut Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar dan Plt Kadishut Kalsel Hj Fatimatuzzahra beserta jajaran.

Di Taman hutan hujan tropis Pemprov Kalsel, Menteri LHK didaulat turut menanam pohon Meranti Merah atau Tengkawang (shorea stenoptera burck) dan pelepasan burung.

Usai penanaman, rombongan Menteri LHK diberikan penjelasan oleh Plt Kadishut Kalsel Hj Fatimatuzzahra berkait sejarah pembuatan dan pengelolaan taman hutan hujan tropis Pemprov Kalsel tersebut. “Hingga tahun 2022 ini luas TH2TI mencapai 90 hektar dengan luas area penanaman mencapai 58 hektar,” ujar Plt Kadishut Kalsel.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengapresiasi Pemprov  Kalsel mengelola taman hutan tropis tersebut. Ia meminta para Guru Besar dan Dekan Fahutan untuk bisa menjadikannya percontohan.

“Saya sengaja mengajak guru besar dan akademisi sektor kehutanan untuk melihat cara bekerjanya (mengelola hutan tropis) yang ternyata tidak gampang,” ujarnya.

Dikatakannya,  taman hutan hujan tropis (TH2TI) yang dikelola Pemprov Kalsel bisa menjadi rujukan bagi pembuatan hutan hujan tropis  Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim.

Menteri LHK mengatakan pihaknya saat ini masih mempelajari hal tersebut bersama akademisi kehutanan se-Indonesia.

“Lagi dipelajari, karena semua ahli kehutanan se-Indonesia juga ada disini sekarang,” terangnya.

Sementara itu, Perwakilan FOReTIKA selaku Dekan Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Naresworo Nugroho mengatakan hutan tropis di Banjarbaru ini merupakan contoh yang bagus.

Menurut penilaiannya, hutan tropis milik Kalsel ini cocok menjadi tempat sarana edukasi, wisata, dan lain sebagainya bagi masyarakat.

“Ini (hutan tropis) merupakan contoh yang bagus, bisa juga jadi sarana edukasi, wisata dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Bahkan, ia menilai keberhasilan Pemprov Kalsel dalam hal ini Dishut Kalsel mengelola hutan tropis dengan sangat baik ini berpotensi membuka mata dunia, bahwa hutan bisa dibangun kembali.

“Ini berpotensi memberikan contoh kepada dunia bahwa hutan bisa dibangun kembali, dan mendekati hutan alaminya,” tandasnya. Ary 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here