Banjarmasin – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, mengatakan mendukung penuh terkait perbaikan lingkungkan di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pernyataan itu, disampaikan Menteri, kepada awak media, saat mengunjungi Hutan Raya Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Kamis (24/3/2022) sore.

“Ada lah pasti dukungan untuk rehabilitasi hutan dan lahan,” kata Siti.

Namun, yang lebih penting menurutnya adalah kolaborasi untuk melakukan percepatan berbaikan lingkungan di daerah itu sendiri.

“Yang penting kolaborasinya, kalau diperlukan turun juga. Pada dasarnya Word Bank kalau halnya baik pasti akan dukung. Yang penting kan semangatnya, menejemen, kesertaan masyarakatnya,” ucapnya.

Sementara, Senior Natural Resources Management Specialist at The World Bank Iwan Gunawan mengatakan, pihaknya siap membantu jika pemerintah membutuhkan.

Dengan catatan tujuan program yang dilakukan memiliki kolaborasi yang kuat dan bisa berkembang untuk perbaikan lingkungan.

“Kalau pemerintah membutuhkan, apa yang paling baik akan kami upayakan. Menurut saya pribadi melihat Kalsel luar biasa dengan program Revolusi hijaunya,” katanya.

Adapun, dari data terakhhir Kementrian LHK tahun 2018 ada sebanyak 511.640 Hektar lahan kritis yang harus direhabilitasi di Kalsel.

Adapun upaya Kalsel adalah lewat Revolusi hijau Gubernur Kalsel sejak 2017, dengan mempercepat rehab Das dari pemegang IPPKH, penanaman hutan tanaman dan alam serta kota.

Dengan target pertahun, seluas 30.000 Hektar yang diperkirakan tercapai hingga 20 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here