Banjarmasin – Sebagai maskot Provinsi Kalimantan Selatan, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor memberikan perhatian serius terhadap kelestarian lingkungan dan kelestarian bekantan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalsel yang akra  disapa Paman Birin ini saat membuka Seminar Hari Bekantan sekaligus Penyerahan Bekantan Award di Aula Lantai 1 Gedung Rektorat ULM, Banjarmasin, Senin (28/3/22).

Paman Birin mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya dalam pelestarian lingkungan dan pelestarian bekantan, seperti adanya regulasi, terkait perlindungan dan pelestarian bekantan, program revolusi hijau, serta berbagai program lainnya terkait pelestarian lingkungan.

“Selain itu, pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, juga mendukung pembangunan dan pengembangan Pulau Curiak sebagai kawasan konservasi dan stasiun riset bekantan,” katanya.

Ia menambahkan, bekantan primata endemik asli kalimantan, masuk dalam kategori satwa yang terancam punah dan tentunya harus menjadi perhatian serius dari kita semua.

“Kita tidak ingin, anak-cucu kita, generasi penerus kita, tidak tahu atau tidak bisa lagi melihat secara langsung, maskot atau ikon dari Kalimantan Selatan tersebut,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Paman Birin juga mengucapkan selamat Hari Bekantan tahun 2022, yang mana pada 28 Maret 2015 yang lalu, telah ditetapkan bekantan sebagai maskot dari Provinsi Kalimantan selatan, yang kemudian dijadikan sebagai hari bekantan.

“Semoga dengan peringatan ini, dapat menumbuhkan kepedulian dan meneguhkan komitmen kita, dalam menjaga dan melestarikan bekantan, satwa endemik asli kalimantan dan juga maskot dari banua kita, Kalimantan Selatan. Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada yayasan sahabat bekantan indonesia, atas dedikasi dan komitmen, dalam  menjaga dan melestarikan bekantan, di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Sementara Founder SBI foundation, Amalia Rezeki mengatakan hari ini tanggal 28 Maret 2022 merupakan peringatan hari Bekantan yang ketujuh.

Hari Bekantan adalah sebuah gerakan moral di bidang konservasi yang diprakarsai Amalia Rezeki bersama komunitas pecinta lingkungan di Kalimantan Selatan.

Ditetapkannya 28 Maret sebagai Hari Bekantan, karena pada hari itu DPRD menetapkan Bekantan sebagai maskot Provinsi Kalimantan Selatan.

Penetapan Hari Bekantan ditujukan untuk menggalang kepedulian terhadap upaya konservasi monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna cokelat kemerahan tersebut.

Lebih lanjut, menurut Amalia, peringatan Hari Bekantan 2022 ini, diisi dengan rangkaian acara aksi penanaman mangrove rambai dikawasan stasiun riset bekantan, pada Jumat 25 Maret lalu.

Kemudian puncaknya, hari ini Senin 28 Maret, akan di isi dengan Seminar Internasional menghadirkan Dr Alue Dohong, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, sebagai Keynote speaker, Prof Dr H Sutarto Hadi, MSc, MSi rektor ULM, Prof Timothy Robert Kilgour dari University Of New Castle, Australia.

Lalu, Prof Dr Ir Hadi Sukadi Alikodra, MS., peneliti senior bekantan dari IPB dan Amya Atheefa Uno, Youth Internasional Ambassador Of Bekantan di New York – Amerika.

Selain itu ada lagi penganugrahan Bekantan Awards, bagi insan yang peduli dan berdedikasi tinggi untuk pelestarian bekantan di Indonesia.

“Penghargaan yang diberikan itu yang benar-benar konsisten mendukung terhadap pelestarian bekantan, mulai dari konservasi dan pengembangannya,” tukas Amalia.

Adapun penerima Bekantan Awards tahun ini ada empat personal dan satu lembaga. Yakni, Hj Normiliyani, AS, SH selaku Bupati Barito Kuala. Kemudian, Prof Dr H Sutarto Hadi, MSi, MSc  yang menjabat Rektor ULM, Emeritus Prof Timothy Roberts Kilgour dari University Of New Castle  Australia, Prof Dr Ir Hadi Sukadi Alikodra, MS Peneliti senior Bekantan dan PT Pertamina Integrated Terminal Banjarmasin. (End/Adpim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here