Imbas Wabah PMK, Harga Daging Sapi di Banjarmasin Melambung

0
445

Banjarmasin -Harga daging Sapi di pasar-pasar tradisional di kota Banjarmasin, Kalsel, melambung tinggi sejak beberapa hari lalu.

Setelah sebelumnya, harga daging sempat turun pasca lebaran idul fitri, yang perkilonya dijual Rp 130 sampai Rp 140.

Halimah salah satu pedagang daging Sapi di pasar Sentra Antasari Banjarmasin, mengaku, saat ini untuk harga daging super perkilonya tembus Rp 150 ribu rupiah.

Hal ini, imbas dari dihentikannya suplai sapi dari luar daerah Kalsel, karena adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Harganya kembali naik, sekitar Rp 10 ribu perkilo, akibat sapi dari jawa suplainya yang dihentikan, ada wabah katanya,” tuturnya, ditemui, Kamis (19/5/2022).

Imbas, naiknya harga juga mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat terhadap konsumsi daging yang membuat penghasilan pedagang menurun.

“Gara-gara naik harga lagi, pembeli pun berkurang,” katanya.

Sementara, Isma pedagang daging yang biasa membeli per ekor Sapi, juga mengeluhkan imbas adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menurutnya, harga per ekor sapi yang biasa dibeli harganya Rp 16 juta, kini melambung hingga Rp 18 juta.

“18 juta itu sapinya juga kecil, tak seperti sapi yang datang dari pulau jawa, rugi juga kita, tapi mau bagaimana lagi,” timpalnya.

Para pedagang daging sapi di pasar tradisional hanya berharap, wabah ini bisa segera di kendalikan oleh pemerintah agar daging sapi bisa kembali normal. Diy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here