Banjarmasin – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, perkembangan pupuk bersubsidi di Kalsel masih berharap adanya pupuk bersubsidi dari pemerinta pusat.

“Namun sekarang dibatasi karena kondisi keuangan yang tidak cukup. Sekarang kita buatkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKKT). Usulannya juga telah disampaikan ke pemerintah pusat,” beber Syamsir, Selasa (31/5/2022) di Banjarmasin.

Dia meminta agar pemerintah kabupaten dan kota benar-benar melakukan kegiatan dan pengawasan sektor pertanian. Terutama, terkait dengan distribusi pupuk yang harus tepat sasaran.

“Stok Pupuk Indonesia sangat banyak, tinggal bagaimana di sebuah kabupaten/kota  yang tidak menyerap habis, kemudian ada kabupaten/kota lain yang masih mengalami kekurangan, maka Pemprov Kalsel siap merealokasi kebutuhan pupuk ke daerah lain yang masih membutuhkan. Ini Demi kebuituhan pupuk agar tetap terjaga sehingga dapat menjamin hasil pertanian,” pungkas Syamsir. 

Sementara PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan pupuk bersubsidi di Kalimantan Selatan sebanyak 38.013 ton hingga 30 Mei 2022.

Jumlah ini sudah mencapai 39 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi di Kalimantan Selatan sebesar 97.341 ton.

Vice President Penjualan Wilayah 5 Kalimantan PT Pupuk Indonesia, Roh Eddy Andri W menyatakan, penyaluran tersebut terdiri dari lima jenis pupuk bersubsidi padat, yaitu pupuk Urea,  SP-36, ZA, NPK, dan Organik Granul,. Rinciannya, pupuk Urea sebesar 13.938 ton, SP-36 1.725 ton, ZA 253 ton, NPK 21.242 ton, dan organik 856 ton. Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here