Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong perusahaan sawit terapkan Sistem Integrasi Kelapa Sawit Sapi berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (Siska Ku Intip).

Hal ini disampaikan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel Hj. Raudatul Jannah saat meninjau Integrasi Sawit Sapi di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (31/5) siang.

“Kami mendorong agar perusahaan-perusahaan sawit di Kalsel bisa menerapkan program Siska Ku Intip. Program ini sudah mulai keliatan hasilnya, dan banyak memberi manfaat,” katanya.

Menurutnya, program integrasi seperti ini mempunyai dampak positif baik bagi ternak sapi maupun kebun sawit.

Program khusus Siska Ku Intip yang dicanangkan Pemprov Kalsel ini sendiri telah dimulai sejak tahun 2021.

“Dari daun sawit bisa menjadi makanan sapi, begitu juga sebaliknya, kotoran sapi bisa menjadi pupuk sawit,” katanya.

Disampaikan Hj. Raudatul Jannah, program intergasi sawit sapi yang di Kalsel mampu bertahan jika dibandingkan provinsi lain.

Program ini juga selaras dengan peningkatan gizi masyarakat dalam mencegah stunting, karena kalau daging sapi lebih murah maka bisa dijangkau masyarakat, selain itu bisa untuk mengendalikan inflasi terlebih menjelang Idul Adha.

Dirinya berharap program ini bisa lebih dikembangkan lagi ke depanya.

“Kita punya perkebunan sawit banyak ya, mungkin bisa ditularkan ilmunya ke perusahaan lain bekerjasama dengan masyarakat lebih luas lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan drh. Suparmi mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus bergerak menuju swasembada sapi potong pada tahun 2024.

Untuk mewujudkan itu, salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Kalsel dengan menggencarkan Program Sistem Integrasi Kelapa Sawit Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (Siska Ku Intip).

Menurutnya, program ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Baru ada 4 perusahaan di Kalsel yang menerapkan program Siska KuIntip.

Disampaikanya, dengan program ini perusahaan diminta untuk berkolaborasi dengan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.

“Sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena hemat biaya, waktu dan aman. Insya Allah dengan mengikuti program ini masyarakat akan lebih sejahtera, itu tujuanya, ” katanya.

Menurutnya, dengan adanya dukungan dari Pemprov, Bank Indonesia dan Bulog, program ini dapat lebih bisa berkembang lagi nantinya.

Manager PT Siska Wahyu Darsono mengatakan, program Siska di Buana Karya Bakti (BKB) Grup telah berjalan sejak 2013 dengan jumlah indukan 300 ekor.

Menurutnya, Buana Karya Bakti Group melakukan metode penggembalaan terkontrol sehingga integrasi ternak dengan kebun benar benar efektif dan saling memberi manfaat.

Menurutnya, PT Siska Wahyu Darsono juga menjalin kerjasama dengan masyarakat dengan menampung hasil ternak masyarakat. Selain itu, pihaknya melakukan pendampingan kepada masyarakat melalui program CSR.

Disampaikanya, untuk penguatan modal, Bank di Kalimantan Selatan siap mendukung dengan skema perbankan seperti KUR dan asuransi maupun lainya.

Menurutnya, untuk area penggembalan sapi menggunakan 6000 hektar lahan. Saat ini jumlah sapi dewasa berjumlah 1000 ekor.

Dikatakanya, dalam setahun pihaknya bisa melahirkan 350 s.d 400 ekor sapi dan mampu menjual 160 sapi jantan dewasa. (Syh/Adpim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here