Spam Banjarbakula Tahap II Belum Diserahkan ke Pemprov Kalsel

0
189

Banjarbaru – Pembangunan tahap II SPAM (sistem penyediaan air minum) Regional Banjarbakula di  Banjarbaru selesai dikerjakan Kementerian PUPR per akhir tahun 2021 lalu. Namun hingga saat ini belum ada penyerahan operasional SPAM Banjarbakula tahap II dari Kementerian PUPR ke Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Spam Banjarbakula memang belum diserahterimakan karena menunggu ujicoba operasionalnya terlebih dahulu, bila sudah selesai ujicoba baru ada serah terima operasionalnya dari Kementerian PUPR kepada Gubernur Kalsel,  ini semacam pinjam pakai dulu dari Kementerian PUPR karena  menunggu proses administrasi hibah  memakan waktu bertahun – tahun,” kata Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel Agung Dewanto kepada jejakbanua.com, Kamis (9/6/2022) di Banjarbaru.

Spam Banjarbakula tahap II berkapasitas 500 liter per detik. Dengan tambahan kapasitas tambahan 500 liter per detik maka kapasitas total SPAM Banjarbakula menjadi 750 liter per detik karena sebelumnya SPAM Banjarbakula tahap I hanya berkapasitas 250 liter per detik.

“Untuk menyerap peningkatan kapasitas SPAM Banjarbakula, Dinas PUPR Kalsel melalui bidang Cipta Karya pada tahun anggaran 2022 melaksanakan peningkatan jaringan distribusi air bersih ,” kata Agung.

Jaringan distribusi air SPAM Banjarbakula tersebut di sepanjang Jalan Trikora hingga Guntung Manggis Banjarbaru sepanjang 7 kilometer.

“Dari 500 liter per detik itu, 300 liter per detik ke reservoir Muslimin dan sisanya disalurkan melalui jaringan distribusi yang sedang kita bangun,” kata Agung.

Distribusi SPAM Banjarbakula tahap II tersebut meliputi wilayah Banjarbaru, Banjar dan Tanah Laut. 

Dari 500 liter per detik tersebut diharapkan dapat meningkatkan SR (sambungan rumah) sebanyak 40.000 SR pada 3 wilayah layanan yaitu Kab. Banjar, Kota Banjarbaru dan Kab. Tanah Laut.

Sementara Kepala Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula, Muhammad Berty Nasir, melalui Konsultan Individual Pengelolaan Air, Ahmad Suriansyah mengungkap pihaknya mendorong Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Selatan dapat menghadirkan penyediaan jasa untuk melakukan pemeriksaan aset bersama dan general commissioning test.

“Kami harapkan pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Selatan dan pihak penyedia jasa dapat menyelesaikan tugasnya pada masa pemeliharaan pekerjaan sampai dengan akhir tahun anggaran 2022,” katanya.

 Pemprov Kalsel melalui Dinas PUPR akan mengadakan rapat bersama dengan jajaran Balai PAM Banjarbakula, Bakeuda Provinsi, Bappeda Povinsi dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalsel untuk membahas kapan dilakukannya pemeriksaan aset bersama dan general commissioning test. Ary 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here