BANJARMASIN – Kerugian akibat bencana baik bencana alam maupun bencana sosial hingga 31 Mei 2022 di Provinsi Kalsel ditaksir mencapai Rp 23,925 miliar.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Achmadi SSos di Banjarmasin, Senin (6/6) menyebutkan, kerugian bencana tahun 2022 itu terdiri dari bencana sosial mencapai Rp 19,565 miliar dan bencana alam Rp 4,360 miliar.

Madi –sapaan akrabnya– menyebutkan, dari kerugian bencana sosial yakni kebakaran pemukiman tahun 2022 sebesar Rp 19,565 miliar itu terbesar dialami Kota Banjarmasin mencapai Rp 6,010 miliar, disusul Kabupaten Balangan Rp 2,810 miliar.

Selain itu, Kabupaten Tabalong ditaksir sekitar Rp 1,850 miliar, Kabupaten Barito Kuala (Batola), mencapai Rp 1,560 miliar, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rp 1,375 miliar, Kabupaten Hulu

Sungai Utara (HSU) Rp 1,2 miliar.

Kemudian, Kabupaten Banjar ditaksir mengalami kerugian akibat kebakaran sekitar Rp 1,110 miliar, sedangkan daerah lainnya kurang dari satu miliar rupiah.

Ditanya frekuensi bencana sosial di Kalsel, Madi menyebutkan, hingga tanggal 31 Mei tersebut telah terjadi 100 kali kebakaran, terbanyak di Kota Banjarmasin 23 kali, disusul Kabupaten Batola 11 kali dan Kabupaten Banjar serta Tabalong masingcmasing 10 kali.

Akibat bencana kebakaran pemukiman di Kalsel itu, katanya,sebanyak 220 kepala keluarga (KK) atau 730 jiwa kehilangan tempat tinggal dan satu meninggal dunia di Kota Banjarmasin.

Akibat kebakaran pemukiman itu 156 buah rumah penduduk mengalami rusak total, 13 buah rumah rusak berat dan 35 buah rumah rusak ringan.

Madi juga menyebutkan hingga 31 Mei 2022 telah terjadi 34 kali bencana alam di Kalsel meliputi 18 kali bencana banjir, 13 kali angin ribut atau lebih dikenal angin puting beliung dan tiga kali tanah longsor.

Akibat bencana alam di Kalsel tersebut menyebabkan 16.685 KK atau 56.592 jiwa terdampak dan satu orang korban meninggal dunia di Kabupaten HST.

Selain itu, 38 buah rumah penduduk mengalami kerusakan berat, 60 buah rumah rusak sedang dan 126 buah rumah rusak ringan.

Akibat bencana alam di Kalsel hingga akhir Mei 2022 tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp 4,360 miliar, terbesar dialami Kabupaten Banjar Rp 3,210 miliar, di Kabupaten HSS sekitar Rp 415 juta dan di Kabupaten Batola Rp 385 juta. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here