Pengembangan bisnis dari PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) saat ini yaitu menyiapkan sebuah kawasan perindustrian khusus yang terlengkap di dunia. Dimana perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan biji besi itu sedang menyiapkan areal yang dinamakan Sebuku Indonesia Industrial Park (SIIP). Untuk hal tersebut, PT SILO membutuhkan daya listrik besar dan PT PLN (Persero) siap untuk mengakomodir kebutuhan tersebut dengan membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Selaru – Sebuku.

Pembangunan SUTT yang merupakan tindak lanjut atas dilaksanakannya Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PT PLN (Persero) dengan PT SILO pada tahun lalu, untuk menunjang pengembangan bisnis PT SILO di Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan. Dalam hal ini, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) yang melaksanakan pembangunan SUTT 150kV Selaru – Sebuku.

General Manager PLN UIP KLT, Josua Simanungkalit menyampaikan untuk pemenuhan kebutuhan tenaga listrik Konsumen Tegangan Tinggi PT SILO yang membutuhkan daya listrik hingga 75 mega volt ampere (MVA), pihaknya membangun 111 tower yang membentang sepanjang 74,92 kilometer sirkit (kms). Progresnya hingga saat ini sudah mencapai 57,27%.

“Saat ini kegiatan konstruksi yang dilakukan adalah pembangunan pondasi dan erection atau pendirian tower. Tantangan yang dihadapi untuk kegiatan konstruksi adalah pembangunan 6 tower yang berada di atas Selat Sebuku,” tambah Josua.

Dengan koordinasi dan pengawasan yang ketat bersama kontraktor pembangunan dan seluruh stakeholder yang terlibat, UIP KLT yakin dapat melalui seluruh hambatan dalam pembangunan.

Selain untuk menyuplai kebutuhan listrik PT SILO, pembangunan SUTT 150kV Selaru – Sebuku dilakukan untuk mewujudkan konsumsi listrik yang berkeadilan untuk seluruh masyarakat. Dimana dengan beroperasinya SUTT 150kV Selaru – Sebuku nanti, ada sebanyak 1.981 pelanggan PLN di Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan akan segera nikmati listrik selama 24 jam.

Belum beroperasinya listrik selama 24 jam di Pulau Sebuku ini disebabkan karena hanya disuplai oleh sistem isolated yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Bali. Jika nanti SUTT 150kV Selaru – Sebuku beroperasi juga dapat penghematan dalam pengunaan bahan bakar karena mematikan diesel dari PLTD.

Josua meyakini jika SUTT 150kV Selaru – Sebuku beroperasi, pembangunan daerah sekitar juga akan meningkat karena didukung sistem kelistrikan yang lebih andal. Hingga berimbas pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami percaya dengan dukungan masyarakat dan stakeholder terkait, pembangunan SUTT ini dapat selesai tepat waktu, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat dan para pelaku industri yang ingin mengembangkan industrinya di Kota Baru,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here