Kalsel Siaga PMK Ternak, Paman Birin Instruksikan Ini

0
210

Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Sahbirin Noor menaruh harapan yang besar agar banua menjadi zona bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Harapan itu disampaikan Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel saat memimpin langsung gelar Apel Siaga menghadapi bencana asap akibat Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) dan apel kesiapsiagaan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kalsel di halaman Kantor Setda Provinsi Kalsel pada Senin (27/6).

Merealisasikan bebas PMK itu, Paman Birin menerima bantuan vaksin PMK dari Kementerian Pertanian sebanyak 4.200 dosis 

Paman Birin menyampaikan apel ini akan memantapkan soliditas, sinergitas, serta kesiapan semua pihak terkait untuk untuk cepat tanggap dalam menghadapi bencana kabut asap akibat karhutla, dan penanganan penyakit PMK yang cukup meresahkan saat ini

Berkaitan dengan penyebaran PMK, Paman Birin mengingatkan kepada pihak-pihak terkait, agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap meluasnya penyebaran wabah PMK di Kalsel, karena termasuk salah satu dari 19 provinsi yang tertular.

Di Kalsel, ada tiga kabupaten yang masuk daerah tertular yakni Hulu Sungau Utara, Hulu Sungai Tengah dan Tanah Laut.

Namun saat ini sudah bisa dikendalikan, bahkan di Kabupaten HSU sudah nol kasus.
Meski demikian diingatkan, agar tidak boleh lengah dan tetap waspada, siaga dan siap bergerak cepat jika terjadi kasus PMK di wilayah mana pun.

“Saya minta minta posko dan gugus tugas penanganan PMK yang dibentuk, bisa berfungsi secara maksimal. Lakukan pengawasan dan pengetatan lalu lintas hewan rentan PMK seperti sapi, kambing dan kerbau,” ujarnya.

Apalagi lanjut Paman Birin, menjelang hari raya Idul Adha, dimana permintaan hewan kurban semakin tinggi.

“Pastikan dan lindungi masyarakat kita, bahwa hewan kurban yang dibeli masyarakat bebas dari PMK. Berikan juga informasi yang jelas kepada masyarakat, bahwa hewan yang sembuh dari PMK aman untuk dikonsumsi,” pinta gubernur.

Lebih lanjut dikatakan, dalam upaya pengendalian dan pencapaian titik nol kasus PMK di Kalsel, lakukan pengobatan dan pemberian vitamin kepada ternak yang sakit, termasuk melaksanakan vaksinasi.

“Melalui vaksinasi ini, saya minta kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan, agar bisa memenuhi jumlah dosis dan target waktu pelaksanaan vaksinasi,” sebutnya lagi. Sal/Ary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here