Ditolak Warga, Tambang Batubara Ilegal di Bintang Ara Dipastikan Berhenti

0
741

Jejakbanua.com, Tabalong – Longsor  dan menyempitnya Ruas jalan Desa Bintang Ara RT 5 dan RT 6 Kecamatan Bintang Ara Kabupaten Tabalong sempat dikeluhkan warga. Selain akibat terdampak banjir, diduga juga akibat pernah dijadikan jalur angkutan tambang ilegal hingga  mendapat penolakan dari warga.

Aktifitas tambang ilegal di wilayah tersebut pernah dihentikan kegiatannya pada bulan Juni 2022 oleh tim pengamanan hutan KPH Tabalong. Namun kini di lokasi tambang ilegal tersebut sudah tidak ada lagi aktifitas penambangan.

Hal tersebut dipastikan setelah tim gabungan pengamanan hutan Dishut Kalsel dan KPH Tabalong melakukan pulbaket pada, Kamis (26/07/2022).  Saat di lokasi, tidak ditemui adanya aktivitas penambangan, bekas jalur alat berat pun sudah terlihat sangat lama. Selain itu info yang didapat dari warga setempat serta aparat desa, di lokasi tambang sudah lama tidak ada aktivitas karena mereka mengalami kesulitan mengeluarkan hasil tambang batubara, warga desa kompak menolak jalan yang ada digunakan untuk angkutan batu bara. 

“Kegiatan penambang tanpa izin dan angkutan batubara sudah tidak ada lagi di wilayah tersebut, dan untuk ke depannya, tim pengamanan hutan Dishut melalui KPH Tabalong akan lebih mengetatkan lagi pengawasan terhadap wilayah-wilayah rawan pelanggaran,” ujar Kadishut Kalsel Fathimatuzzahra menerangkan. 

Kadishut yang akrab disapa Aya ini juga menjelaskan bahwa jalan yang dilalui angkutan truk penambang ilegal tersebut merupakan jalan baru dalam kawasan HTI PT Trikorindotama Wanakarya, dan semestinya jika terdapat kegiatan ilegal yang terjadi di wilayah izin konsesi, maka yang berkewajiban menindak ialah perusahaan yang memiliki izin tersebut. 

“Pihak pemegang ijin (PT Trikorindo) juga berjanji akan lebih intensif mengamankan wilayah kerjanya di Kabupaten Tabalong,” ujar Aya menambahkan. (dende)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here