BANJARBARU – Pemprov Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berjanji akan segera menangani jembatan di Desa Santuun, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong yang rusak.

Karena, rusaknya jembatan tersebut sempat membuat anak sekitar harus menantang bahaya setiap kali berangkat sekolah.

Sebelum Tim Reaksi Cepat (TRC) PUPR Tabalong merakit jembatan alternatif yang lebih lebar dan aman, untuk melewati jembatan itu, para pelajar harus meniti batang kayu sepanjang delapan meter. Di bawah, menanti jurang setinggi 10 meter.

Untuk menjaga keseimbangan, agar tak terjatuh, siswa-siswi SD hanya berpegangan pada seutas tali.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib mengatakan, jembatan rencananya ditangani pada tahun depan. “Kami usulkan (penanganan) tahun depan. Kami sudah lapor ke Pak Sekda,” katanya.

Dia mengungkapkan, rencananya jembatan diganti dengan konstruksi beton yang permanen. Sehingga lebih kuat dan tahan lama. “Sekarang kami sedang review perencanaan jembatannya. Serta terkait anggaran yang diperlukan,” ungkapnya.

Terkait rusaknya jembatan, Yasin memberikan penjelasan. Dia menegaskan, setiap tahun Dinas PUPR Kalsel sudah melakukan pemeliharaan. “Seandainya yang lewat mobil penumpang biasa, (jembatannya) tahan aja,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Desa Santuun, Ahmad Riyadi menceritakan, jembatan desa ambruk setelah dilintasi truk dengan muatan kayu.

Truk itu milik warga setempat. Melintas pada Minggu (31/7) lalu. Terjun ke dasar jurang, syukur sang sopir masih selamat.

Jembatan itu merupakan satu-satunya akses anak-anak Desa Santuun untuk bersekolah. “Satu-satunya akses masyarakat di sini juga,” ujarnya.

Riyadi berharap, pemerintah akan membangun jembatan beton. Sebagai ganti dari jembatan ulin yang lama tersebut. (ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here